Oct 2, 2015

Peah.

Dah malam. Tanpa sebab yang ekstrem, kawan Peah dah biarkan bilik ni gelap tak berlampu. Sekadar mengharapkan lampu lampu di luar tingkap - - itupun kalau Peah tak menggigil kaki kepala lutut nak selak-kan langsir.

Sepanjang hari ini - - Peah is finding herself, in her own self. Peah is complicated, they say.

Orang yang normal barangkali dah berbaldi air mata ditadahkan- - dah habis rumput padang dipijaklarikan, dah runsing orang sekeliling dibebelkan. Tapi, Peah - - dia dikatakan tak berapa normal. Entah. Dia biasa-biasa je. Dia buat buat biasa.

Rata rata, perempuan yang umurnya sama macam Peah, rata-ratanya (lah) - - are searching for soulmate.
& Peah tak dikecualikan sebab dia perempuan dan kenapa perlu hendak dibajakan benci dalam hati sendiri,kan? Jadi, Peah perlahanlahan sukakan seseorang yang boleh dikatakan ini dah masuk tahun keempat dia suka orang yang sama dan ditolak oleh orang yang sama,juga.

Tak apa. Peah kata, tak apa. "Asal kau bahgia, asal aku tak derita. Tak apa"

Tapi senyap senyap juga, Peah tadahkan tangan, sujudkan jasad.
- - dalam setiap yang dimohonkan pada Tuhan, dia ada selit selitkan secebis perasaannya.
- - di perenggan yang entah keberapa, dia khas kan doanya untuk yang dia suka.
- - dan di minta supaya dia tak jauhkan Peah dari Tuhannya.

Peah sediamaklum bahwa apa yang dia minta pasti kan dimakbul Allah --- cuma cepat atau lambat, banyak atau sedikit, sama atau terlalu berbeda dengan apa yang dia nak - - Peah takboleh persoalkan. 
Itu kerja Tuhan.
Peah & kita kita cuma hambaNya. Cuma.

***

Pendekkan cerita,
di suatu pagi yang sejuk-suam, Peah bergegas keluar rumahnya atas sebab signal perut yang terlalu rayukan makanan. Berjalan konon konon nak hirup udara pagi, senyumkan ke sana sini - - matanya terpaku pada dua jasad yang makin menjauh darinya.

Cukup.
Peah senyum.
Sambil kesatkan hati yang dah berderaikan air mata,

"Im not hungry, no more. Lets do some works." Peah sibukkan dirinya yang dah terlantar di sudut tak ternampakkan. Mengecil, sendiri.

"Im grateful. He shows me something. He has answered my prayers &
it is time for me to move on"

Painful but it is okay, Peah is okay.


Ini kisah Peah. 
Peah & mimpi-mimpinya.

Mimpi-mimpinya yang selalu tunjukkan bahgia tapi hakikatnya, terlalu hitam dan mereput sendirian.


Jun 17, 2015

Goodnight,

Late night thoughts, somehow, is not good for me health. Torturing me mind, giving extra pain to me own soul. Demm.

What will you do
when all you have is your own self,
waiting the pain
to leave (?)

What will you do
when all you feel
is somehow
getting through your nerves
every second
you breathe (?)

"Endure it. One day, you will feel nothing. Time heals, you know"

Easy say bruh?

Just try to have at least a thought
and mix it with a heart - -

This is the situation - - -

You do nothing. You are enjoying every little moment in your day. Having all happy time shielding yourself from any bad things. Keeping yourself as busy as the busiest human being just to forget that you have this one kind of killer pain. You are succeed, at first attempt, maybe.

Walking along the dead dreams like a boss, dancing with those monsters created by yesterday's nightmares.

But, for some hidden reasons, you just broken, into pieces.
The floor couldnt touch your legs.
Might feel nothing but painful - - & it is enough to make you drown-ing.

Drowning.

No one is there.
Got no hand to reach.
Have no voice to say any 'supportive' words.
None exists.

Painful, isnt?

I mean,
not for being alone but
to feel this kind of pain while others think
you are okay
you are strong
you are good enough to
get through these.

***


It comes, again.

"Why dont you just take the medicine & have some sleep?"

Coz it is not easy
to eat those pills
& black out.

Enough,
I dont want to wake up
& me is on a white bed
with a doctor beside
asking "Tell me,whats you pain scale?"

Nope, not again.


My dear left lumbar spondylosis, can you just leave me alone? ;_;

Jan 25, 2015

Kalau kau baca,kau sedang membuang masa.

Ah, usia yang bertambah angka - - duapulohdua yang belum capai angka dua. belum pun separuh.

Dibelek-belek mukasurat kebelakang, 
banyak lukisannya; tulisannya; contengannya.
Berwarna yang terang, pudar, malap, gelap dan putihnya sekadar secebis.

Apa yang hendak disenyumkan?
Setiap helaiannya berbau.
Setiap garisannya berdaki.
Setiap warnanya menggerutu.
Setiap incinya - - tak sempurna. Penuh celaka - -
Penuh.

****

Oh hai.

Ive known this one girl, who is 
just a girl.
Not much,
just a girl.

In every smile she gives,
theres a lot of pain she hide.
In every tears she wipes,
theres a rainbow that comes by.

"Why flowers?" she asked.

"Why the clouds didnt fall on my hand? I wanna touch 'em" she said.

"Why me?" she yelled.

**
Andai aku diberi ruang untuk mendefinisikan apa itu sakit,
Andai aku diberi peluang untuk menterjemahkan apa itu perit - -
satu mukasurat pun dah cukup.

Cukup untuk aku katakan;

"Sakit itu hadiah dari TuhanMu sayang. 

Bilamana kau diberi hadiah, kau akan bahgia, tersenyum dan ketawa.
Bilamana kau diberi sesuatu yang tak disangka, kau kan terkejut, terpaku dan mengeras.

Itu, sakit.
Kau tak menangis,kan?

Jadi, anggaplah sakit itu hadiah. Hadiah terindah dari Tuhan. Tak semua manusia dapat apa yang kau ada sekarang.

Perit itu sejenis ubat penenang.
Kerna sampai satu tahap, kau dah terbiasa dan tak merasa apa-apa.
Kerna sampai satu tahap, walau kau di-inject rasa perit ;
kau kan senyum.
kau kan tertawa.
kerna kau terbiasa."

Satu mukasurat cukup,kan?

**

Within those words,
you cant grab the 'Goodbye'
& all you see is 'Hye'

Dance little words dance
like the rhythm is being touched;
Smile little girl smile
like the happiness is always yours.


******

2015, this is the 1st entry for you.