Jan 25, 2015

Kalau kau baca,kau sedang membuang masa.

Ah, usia yang bertambah angka - - duapulohdua yang belum capai angka dua. belum pun separuh.

Dibelek-belek mukasurat kebelakang, 
banyak lukisannya; tulisannya; contengannya.
Berwarna yang terang, pudar, malap, gelap dan putihnya sekadar secebis.

Apa yang hendak disenyumkan?
Setiap helaiannya berbau.
Setiap garisannya berdaki.
Setiap warnanya menggerutu.
Setiap incinya - - tak sempurna. Penuh celaka - -
Penuh.

****

Oh hai.

Ive known this one girl, who is 
just a girl.
Not much,
just a girl.

In every smile she gives,
theres a lot of pain she hide.
In every tears she wipes,
theres a rainbow that comes by.

"Why flowers?" she asked.

"Why the clouds didnt fall on my hand? I wanna touch 'em" she said.

"Why me?" she yelled.

**
Andai aku diberi ruang untuk mendefinisikan apa itu sakit,
Andai aku diberi peluang untuk menterjemahkan apa itu perit - -
satu mukasurat pun dah cukup.

Cukup untuk aku katakan;

"Sakit itu hadiah dari TuhanMu sayang. 

Bilamana kau diberi hadiah, kau akan bahgia, tersenyum dan ketawa.
Bilamana kau diberi sesuatu yang tak disangka, kau kan terkejut, terpaku dan mengeras.

Itu, sakit.
Kau tak menangis,kan?

Jadi, anggaplah sakit itu hadiah. Hadiah terindah dari Tuhan. Tak semua manusia dapat apa yang kau ada sekarang.

Perit itu sejenis ubat penenang.
Kerna sampai satu tahap, kau dah terbiasa dan tak merasa apa-apa.
Kerna sampai satu tahap, walau kau di-inject rasa perit ;
kau kan senyum.
kau kan tertawa.
kerna kau terbiasa."

Satu mukasurat cukup,kan?

**

Within those words,
you cant grab the 'Goodbye'
& all you see is 'Hye'

Dance little words dance
like the rhythm is being touched;
Smile little girl smile
like the happiness is always yours.


******

2015, this is the 1st entry for you.