Aug 15, 2016

Happy.

Aku salute pada sesiapa yang takpernah mengeluh dengan hidup dia, I seriously mean it. Jenis manusia yang reti bersyukur, selalu. Aku salute.

Not being able to express your emotions, your miserable thoughts -- is not good, somehow. All you can do is just showing it through your face & people will ask, "Are you mad? Is that your daily face or what?"

My bad.

You have a lot of things to think. A load to carry. A self to be improved. Yet people see you as someone who is [should] be perfect. In anything.

You want to be happy. Living. Breathing without feeling any pain in your chest. But, you cant. Being happy is not your mission, is not something you need to achieve to stay alive.

**



Jun 11, 2016

Warkah.

Mungkin sendu malam ini aku larutkan bersama kopi panas, dihirup perlahan-lahan sambil memendam kisah-kisah kelmarin yang dah sarat dikotorkan. Tahun ini, Ramadhan aku terasa lain.

sejenak, pikiran ini melayangpergi menjenguk masa ke depan;
siapa yang memandikan jasad kau,
berapa ramaikah keluarga yang solat-kan kau,
bagaimana-cara nyawa kau dijemput pergi,
dengan siapa jasad kau kan dikendongbahu,
apakah senyum atau tiada langsung raut wajah yang akan kau pamerkan,
bersiapkah kau untuk ditanyasoal?

& pada ketika lamunan tersentak,
apajua gurausenda -- dah takmampu kau berdekah ketawa.
sekadar cuma sedikit angguk & langsung senyum yang tergantung.

sujud kau yang dahulunya sekadar sujud;
makin kau rasa ianya terlalu hampir & berdenyut.
tikar sejadah yang terlalu jarang dijengukkan air mata -- habis lenjun membasah.

diwaktu sepertiga malam kau dikejut,
degup jantung seakan meribut,
terlalu kerap kau risaukan,
"Apakah aku ini kan kembali dalam redhaMu ya Tuhan?"

barangkali Tuhan sekadar mahu kau sentiasa ingat mati.
kerna Tuhan tahu kau terlalu leka dengan isi dunia yang takpernah pasti.

atau
kau semakin hampir.


**nota kaki;

Hai lahh anak-anak.
Masih sempat untuk kau dicorakcantik,
Masih sempat untuk kau dibentukbaik.
Masih ada bahgia dalam senyumanmu.
Masih ada cahaya dalam tangismu.


Feb 16, 2016

Sincerely, me.

So, here I am. Trying to arrange the alphabets, words, or any other-unknown-letters in a story, perhaps & not in sequence.

**

Oh dear.
I shall not fall for you
or anyone else.
But still
I never shoot to miss.

The world, they said, full of bullshits.
I, strongly, agreed.
Indeed.
Definitely.

No one cares the scars you owned,
No one cares the wound you hide,
No one really cares the pain that holds you tight.

Oh dear, no one ever did.
Even you, yourself, somehow ignore 'em.

**

Since the day I knew myself;
is the day I hate me, a  lot much.

"You are a good girl, ya know?"

Nahh,
you know me never. Not even once.

Am not saying about the flaws
or any-physical-things.

Sins - - this is what Im talking about.
Covered; fully-covered with those stinky smelly sins.
A dead soul.
A decaying blackened heart.
& will you bear with the consequences of reading the next not-so-nice-words after this?

----

Twenty-three years, I count.
What (is) the good deed( ) I have done?
Not telling you coz
I know me.
I repeat --- I know me.

"Try not to think negative about yourself"

Dude,
think negative & know you have done a lot of negative behaviour (bad behaviour/habit);
are two different things.

You too, have sins
but am not talking about yours
am talking about mine.
Am not comparing it(them) with yours
am comparing it(them) with the Past Me.

**

After all,
I shall not reveal what I have done wrong with me, with Him.

----

Betapa Allah itu Maha Penyayang;
Masih selalu memberikan apa yang dimintakan hambaNya (aku) yang terlalu hina ni.

To those who the heart is fully filled with the black-spots,
ask for His forgiveness.
Ask.
Surely He will forgive you,surely :'(

Tell Him even He knows what have you done wrong.
Tell Him even He knows why did you did wrong.
He holds our hearts, for sure.
& a reminder for me;
"Whenever the whisper is bringing you into the darkness,
istighfar."

**



Oct 2, 2015

Peah.

Dah malam. Tanpa sebab yang ekstrem, kawan Peah dah biarkan bilik ni gelap tak berlampu. Sekadar mengharapkan lampu lampu di luar tingkap - - itupun kalau Peah tak menggigil kaki kepala lutut nak selak-kan langsir.

Sepanjang hari ini - - Peah is finding herself, in her own self. Peah is complicated, they say.

Orang yang normal barangkali dah berbaldi air mata ditadahkan- - dah habis rumput padang dipijaklarikan, dah runsing orang sekeliling dibebelkan. Tapi, Peah - - dia dikatakan tak berapa normal. Entah. Dia biasa-biasa je. Dia buat buat biasa.

Rata rata, perempuan yang umurnya sama macam Peah, rata-ratanya (lah) - - are searching for soulmate.
& Peah tak dikecualikan sebab dia perempuan dan kenapa perlu hendak dibajakan benci dalam hati sendiri,kan? Jadi, Peah perlahanlahan sukakan seseorang yang boleh dikatakan ini dah masuk tahun keempat dia suka orang yang sama dan ditolak oleh orang yang sama,juga.

Tak apa. Peah kata, tak apa. "Asal kau bahgia, asal aku tak derita. Tak apa"

Tapi senyap senyap juga, Peah tadahkan tangan, sujudkan jasad.
- - dalam setiap yang dimohonkan pada Tuhan, dia ada selit selitkan secebis perasaannya.
- - di perenggan yang entah keberapa, dia khas kan doanya untuk yang dia suka.
- - dan di minta supaya dia tak jauhkan Peah dari Tuhannya.

Peah sediamaklum bahwa apa yang dia minta pasti kan dimakbul Allah --- cuma cepat atau lambat, banyak atau sedikit, sama atau terlalu berbeda dengan apa yang dia nak - - Peah takboleh persoalkan. 
Itu kerja Tuhan.
Peah & kita kita cuma hambaNya. Cuma.

***

Pendekkan cerita,
di suatu pagi yang sejuk-suam, Peah bergegas keluar rumahnya atas sebab signal perut yang terlalu rayukan makanan. Berjalan konon konon nak hirup udara pagi, senyumkan ke sana sini - - matanya terpaku pada dua jasad yang makin menjauh darinya.

Cukup.
Peah senyum.
Sambil kesatkan hati yang dah berderaikan air mata,

"Im not hungry, no more. Lets do some works." Peah sibukkan dirinya yang dah terlantar di sudut tak ternampakkan. Mengecil, sendiri.

"Im grateful. He shows me something. He has answered my prayers &
it is time for me to move on"

Painful but it is okay, Peah is okay.


Ini kisah Peah. 
Peah & mimpi-mimpinya.

Mimpi-mimpinya yang selalu tunjukkan bahgia tapi hakikatnya, terlalu hitam dan mereput sendirian.